Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama Mapala UI, merupakan sebuah organisasi pecinta alam yang ada di lingkungan Universitas Indonesia. Organisasi yang didirikan di Ciampea, Bogor, pada tanggal 12 Desember 1964 ini merupakan wadah untuk dapat menampung pemikiran-pemikiran dan kegiatan kreatif mahasiswa Universitas Indonesia yang diwujudkan dengan serangkaian kegiatan di alam terbuka, peduli lingkungan, dan masyarakat sekitar. Dalam perkembangannya, Mapala UI telah memberikan sumbangan yang luar biasa bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Keberhasila, kegagalan, prestasi, kebahagian, dan kesedihan selalu menemani empat puluh dua tahun langkah Mapala UI di bumi pertiwi.
Selama empat puluh dua tahun perkembangannya, telah banyak tokoh-tokoh besar yang dilahirkan oleh organisasi pecinta alam ini. Salah satu tokoh besar yang pernah dilahirkan oleh organisasi pecinta alam ini adalah Soe Hok Gie, yang mempunyai peranan besar bagi bangsa Indonesia di tahun 1960-an. Selain Soe Hok Gie, masih banyak tokoh-tokoh besar lainnya yang dilahirkan oleh organisasi ini, yang tentunya pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Selama perkembangannya, mungkin hanya keberhasilan dan kegagalan yang sering sekali kita semua dengar dari organisasi pecinta alam ini. Sementara itu, tempat berkumpul anggota Mapala UI hampir tidak pernah kita anggap keberadaannya, dan sering kali kita hiraukan begitu saja. Padahal, tempat yang lebih kita kenal dengan nama “Sekretariat Mapala UI” tersebut merupakan sebuah tempat perkumpulan semua ide baik dari anggota, maupun calon anggota Mapala UI. Kita bahkan tidak terlalu ngeh terhadap perubahan wajah yang dialami oleh tempat yang sering sekali kita datangi tersebut.
Untuk itu, tulisan ini mencoba menceritakan sebuah perubahan yang dialami oleh sekretariat Mapala UI yang sebelum tahun 2000-an menempati ruangan yang kecil di sudut gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Indonesia (Pusgiwa UI) hingga pada tahun 2000-an menempati dua buah ruangan yang tentunya sangat berguna bagi perkembangan organisasi pecinta alam ini. Tulisan ini mungkin tidak dapat menggambarkan perubahan wajah sekretariat Mapala UI secara menyeluruh dari awal berdirinya sampai sekarang. Namun, setidaknya dengan mengambil satu periode perubahan tersebut, dapat mewakili perubahan-perubahan yang telah dialami oleh sekretariat Mapala UI dari awal berdirinya hingga perkembangannya saat ini.
Wajah sekretariat Mapala UI memang tidak pernah berubah dari waktu ke waktu. Setidaknya, hal ini didukung oleh suasana di dalam sekret itu sendiri yang selalu berantakan dan dapat disebut amburadul. Apabila kita bandingkan periode BKP 2005 dengan BKP 2007, mungkin dapat kita katakan bahwa dari segi kerapihan wajah sekret telah mengalami perubahan. Pada periode BKP 2005, suasana di sekret berantakan bukan main. Di dindingnya, poster-poster ikut meramaikan suasana berantakan tersebut. Ruangan utama seringkali digunakan sebagai ruang kerja, sedangkanruang sebelah digunakan sebagai gudang penyimpanan alat-alat dan juga digunakan sebagai ruang tidur anggota Mapala UI yang menginap di sekret. Di belakang sekret, terdapat kolam yang kemudian diubah fungsinya menjadi bale. Suasana di gudang dan halaman belakang sekret tidak jauh berbeda demgam suasana di ruang utama, berantakan…
Pada periode BKP 2007, suasana di sekret sudah jauh lebih rapi bila dibandingkan dengan suasana sekret pada periode BKP 2005. Poster-poster yang mulanya menghiasi dinding sekret telah “dibersihkan”. Ruang sebelah telah berubah fungsi menjadi ruang tidur dan istirahat, sementara gudang dipindahkan ke bagian belakang ruang istirahat tersebut. Halaman belakang sekret mulai diperbaharui dengan menebang pohon dan menambahkan bata-bata konblok di lantai tanahnya. Perubahan ini memang cukup berarti, namun tetap saja tidak dapat mengubah stigma sekret yang selalu berantakan.
Satu hal lagiyang cukup menonjol dari perubahan sekretariat Mapala UI adalah penambahan ruangan dari satu ruangan menjadi dua ruangan. Sebelum tahun 2000-an, sekret hanya memiliki satu ruangan, yaitu ruangan utama yang kini digunakan sebagai ruang kerja. Ruangan sebelah yang kini digunakan sebagai bagian dari sekret, sebelumnya digunakan sebagai sekretariat olah raga bela diri seperti pencak silat dan lain sebagainya. Ruangan sebalah tersebut terbagi menjadi dua bagian yang dibatasi oleh papan triplek. Pada tahun 2000-an, terjadi angin ribut yang ikut membuat ruangan sebelah tersebut porat-parit. .
Semenjak saat itu, ruangan tersebut mulai diurus oleh Mapala UI karena tidak dihiraukan oleh peghuni terdahulunya. Sebelum beralih ke tangan Mapala UI seutuhnya, ruangan sebelah tersebut sempat diberikan kepada UKM teater UI. Namun, karena sering tidak dimanfaatkan dengan baik, akhirnya ruangan tersebut benar-benar menjadi milik Mapala UI seutuhnya hingga sekarang.
Suasana sekret yang berantakan bukanlah menjadi idaman bagi keluarga Mapala UI. Seluruh bagian dari Mapala Ui pastinya menginginkan suasana sekret yang bersih dan rapi yang tentunya akan lebih mendukung berkembangnya ide-ide kreatif semua anggota gunamengebdikan diri mereka kepada masyarakat. Usaha untuk melakukan perubahan terhadap sekretariat Mapala UI memang telah sering dilakukanseperti yang terakhir kalidilakukan pada akhir tahu 2006, yaitu rembuk anggota Mapala UI guna memperbaharui sekret.Lamgkah-langkah kecil telah dilakukan guna memperbaharui sekret, namun kepedulian kita semua sebagai keluarga Mapala UI juga dibutuhkan untuk memperbaharui wajah sekretariat kita. Semoga dengan tertuangnya butiran-butiran kata dalam tulisan inidapat menjadi sengatan kecil bagi kita semua agar lebih peduli terhadap sekret kita. Semoga…
(Anonymous)
September 5th, 2008 at 19:33
Sori nih..tapi sebaiknya penulis artikel ini dicantumin namanya..bukan anonymous..thx